Cari Blog Ini

03 Desember 2011

The LIGHT Financial Planners Consultancy Group


Perencana keuangan profesional adalah orang-orang yang telah terdidik, teruji, dan berkomitmen untuk mengikuti standar etika dan standar kerja berdasarkan FPSB (Financial Planning Standard Boards). Kami telah mendapatkan sertifikasi CFP® dan siap melayani masyarakat secara independen. Perhatian utama kami adalah kepentingan klien, bukan kepentingan provider atau penyedia jasa produk keuangan.



The Light memiliki Visi sebagai berikut:
Di Tahun 2014 menjadi Penyedia Perencanaan Finansial Terbaik di Indonesia, Menjadi Konsultan Pilihan dan Pemimpin Pasar Di Bidang Perencanaan Finansial

The Light memiliki Misi sebagai berikut:
Memberikan Pencerahan dalam Pemahaman Finansial, membuat Perencanaan Keuangan yang Bertanggungjawab bagi Individu dan Usaha Kecil Menengah

Nilai-nilai utama dari The Light adalah sebagai berikut:

Love, kasih. Kami percaya bahwa hukum utama dan pertama adalah melakukan segala sesuatu atas dasar kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kasih kepada sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Prinsip kasih menjadi dasar dari prinsip keutamaan nasabah – kami mengasihi nasabah kami sehingga mengutamakan mereka lebih daripada mencari keuntungan bagi diri sendiri dan/atau perusahaan penyedia jasa dan produk keuangan.

Integrity, integritas. Kami mengutamakan keutuhan dan kesatuan dari segala hal yang dipikirkan, diucapkan, dan dikerjakan bagi nasabah kami. Kami senantiasa berusaha mengutamakan kejujuran dalam komunikasi, sedapatnya berusaha menghindari kesalahpahaman dengan cara menjelaskan seutuhnya sebelum memberikan rekomendasi.

Goal oriented, berorientasi pada sasaran. Kami memahami bahwa ada masalah dan harapan dalam diri setiap nasabah kami, oleh karena itu kami merencanakan dengan orientasi sasaran yang hendak dicapai. Setiap langkah haruslah memiliki makna dan membawa perubahan dalam kehidupan nasabah, bukan sekedar keinginan memiliki suatu produk keuangan atau ingin mendapatkan hadiah promosi pemasaran.

Hope, harapan. Kami percaya bahwa semua orang memiliki harapan bagi masa depannya, apapun masa lalu yang telah terjadi, asal orang itu mempercayai bahwa harapan masih ada baginya. Harapan menyediakan tujuan untuk dicapai dan menuntut perubahan perilaku dalam kehidupan nasabah kami, di mana kami berperan sebagai konsultan.

Team based, berdasarkan kerja tim. Kami menyadari bahwa tidak ada orang yang memiliki semua kompetensi pada dirinya sendiri, karena itu untuk memberikan hasil yang terbaik dibutuhkan kerja sama. Nasabah kami tidak dilayani oleh satu orang saja, melainkan oleh seluruh The Light berdasarkan kompetensi profesional masing-masing.

02 Desember 2011

Kaya

Siapa yang kaya? Kita menilai dari nilai aset, yang diukur secara tertib dalam sistem akuntansi, menjadi neraca dan laporan laba rugi. Yang orang sering lupakan, akuntansi sekalu membuat penilaian berdasarkan apa yang sudah berlalu. Sistem akuntansi tidak bisa memberikan gambaran tentang apa yang kelak harus dibayar.


Sederhananya, kaya berarti selalu dapat membayar apapun, kapanpun, dan dimanapun, segala sesuatu yang harus dibayar.


Published with Blogger-droid v2.0.1

17 Oktober 2011

Occupy

Saat ini di berbagai tempat di dunia dilangsungkan demo pemrotes dengan titel "Occupy". Intinya adalah, mereka memprotes ketidak-adilan pendapatan, memprotes "kekayaan berlimpah" yang diperoleh para kapitalis, sedangkan banyak orang yang menjadi miskin dalam iklim ekonomi saat ini. Gerakan ini juga diresponi oleh hampir semua pengamat ekonomi, termasuk di Indonesia. Pengamat ekonomi Didik J. Rachbini dalam tulisannya di Media Indonesia edisi Senin, 17 Oktober 2011, menyatakan "praktek pasar modal tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat secara luas. Bahkan, pasar modal maupun pasar finansial secara umum kerap mendatangkan kesengsaraan rakyat."

Mungkin pernyataan ini disalin dari kata-kata orator di depan bursa efek di jalan Wallstreet -- tetapi agak mengherankan jika seorang pengamat seperti Rachbini turut menyatakannya juga. Walaupun terdengar populer, pernyataan ini lebih bersifat sosialis -- bahkan komunis -- dan tidak menunjukkan pemahaman yang menyeluruh tentang pasar modal dan cara kerjanya, serta kaitannya dengan kesejahteraan secara keseluruhan.

Pertama-tama, pasar modal adalah tempat di mana para pengusaha bisa mendapatkan modal dengan menerbitkan sahamnya. Melalui pasar modal, pengusaha dapat membuka kesempatan bagi rakyat luas untuk memperoleh bagian dari bisnis yang dikerjakan, sekaligus memperoleh keuntungan melalui pembagian dividen setiap tahun. Praktek pasar modal membagikan kesejahteraan bagi orang banyak melalui tiga hal:

Pertama, pengusaha bisa mendapatkan modal, bukan hutang, untuk memperluas usahanya. Permodalan ini memberi kekuatan finansial untuk meningkatkan produktivitas, yang juga berarti membuka lapangan pekerjaan lebih besar. Tanpa pasar modal, perusahaan-perusahaan harus berhutang atau mengumpulkan modal sendiri, membuat pertumbuhan terhambat, dan itu juga berarti lapangan kerja lebih sedikit. Pertumbuhan yang terhambat juga berpengaruh pada hubungan permintaan dan penawaran, yang dapat mengakibatkan kenaikan harga yang lebih tinggi. Contohnya adalah Telkom; setelah BUMN ini melakukan IPO, ada modal yang cukup untuk memperluas bisnisnya dan hasilnya saat ini banyak yang menikmati pelayanan Telkom yang luas.

Kedua, rakyat yang menjadi investor dapat turut menikmati keuntungan perusahaan melalui dua cara. Setahun sekali investor mendapatkan dividen dari bagian laba perusahaan, lalu di tengah-tengahnya investor juga bisa memperoleh pendapatan dari peningkatan harga saham, atau disebut Capital Gain. Peningkatan capital gain tidak menyebabkan peningkatan harga di sektor riil, karena memang tidak berhubungan secara langsung. Sebaliknya, perusahaan yang harga sahamnya tinggi, akan memperoleh dana lebih banyak saat menerbitkan saham berikutnya, membuatnya menjadi lebih produktif, dan bisa menjual dengan harga lebih murah.

Ketiga, pasar modal membawa investor asing ke Indonesia, dana asing yang dikonversi menjadi rupiah, sehingga menambah uang yang beredar. Dengan masuknya dana dari luar negeri, banyak investor dalam negeri yang turut menikmati keuntungan. Mereka dapat memakai dana itu untuk membangun rumah, membeli barang-barang, dan meningkatkan perekonomian. Sayangnya, saat ini rakyat Indonesia yang membeli saham masih belum banyak sehingga jumlah investor asing masih lebih banyak dibandingkan investor domestik. Akibatnya, keuntungan dari peningkatan pasar modal kita terbawa keluar dari Indonesia.

Lalu, mengapa kesusahan ekonomi terjadi? Kerusakan ekonomi saat ini lebih banyak ditimbulkan oleh hutang yang besar yang dilakukan oleh Pemerintah, juga oleh rakyat. Melakukan "occupy" terhadap pasar modal sebenarnya tidak tepat, juga secara keliru menuding pasar derivatif sebagai sumber masalah. Orang seringkali lupa, mereka yang mendapatkan keuntungan besar di pasar modal dan pasar berjangka, adalah orang-orang yang juga menghadapi resiko yang besar. Tidak sedikit orang yang tumbang dan menjadi miskin karena bermain judi -- yaitu berinvestasi tanpa pemahaman -- di pasar yang sangat dinamis ini.

Kesalahan anggaran pemerintah, yang ingin menyenangkan rakyat dengan kebijakan populer yang boros dan tidak produktif, adalah pokok utama kekacauan ekonomi. Lihat saja contohnya Yunani: jelaslah bahwa gaya hidup negara itu tidak sesuai dengan produktivitas mereka. Tetapi ketika Pemerintah ingin melakukan pengetatan dan pemangkasan, mereka yang tidak produktif justru turun ke jalan dan melakukan demonstrasi besar-besaran, menolak pemangkasan segala subsidi dan kemudahan yang mahal dan membebani itu.

Hal yang sama juga berlaku di Indonesia: bukankah kita juga terus menerus menikmati subsidi BBM yang memboroskan anggaran? Tetapi kita tidak memikirkan untuk lebih produktif dan lebih mampu membeli BBM dengan harga sebenarnya, sebaliknya terus menikmati bantuan subsidi. Saat kita mau turut memprotes pasar modal, tanpa memandang gaya hidup kita sendiri, pertanyaan yang muncul adalah: "apakah kita mempunyai hak dan wewenang untuk protes?"

26 Juni 2011

Tidak Kenal

Orang Yunani mengenal banyak dewa. Ada awalnya adalah para titan, yang terbesar adalah kronos. Titan ini membawa kekacauan, dan ada anak-anak yang keluar darinya, yaitu para dewa, zeus, poseidon, dan hades adalah yang terbesar. Anak-anak kronos berperang melawan ayah mereka sendiri karena membela manusia. Para dewa menang, dan manusia jadi penyembah para dewa.

Tetapi, ketika para titan diperangi para dewa di panggung alam semesta, dari manakah dan siapakah yang menciptakan panggungnya? Bagaimana asal mulanya para titan, yang melahirkan para dewa? Ada Allah, tapi tidak dikenal! Maka, orang Yunani menaruh mezbah untuk Allah yang tidak mereka kenal. Untuk Allah yang lebih besar daripada para titan dan dewa, yang membuat langit dan bumi dan kegelapan jurang tartarus yang menjadi penjara kronos. Siapakah yang dapat membuat jurang penjara yang tidak dapat diatasi oleh kronos yang melahirkan para dewa? Tidak tahu....

Ada yang mengatakan bahwa mustahil manusia bisa tahu Allah seperti ini; mereka inilah yang disebut kaum agnostik. Ada yang bilang bahwa Allah ini sudah menciptakan lalu meninggalkan ciptaannya, yaitu kaum deistik, pengikut deisme. Ada juga yang berusaha mencari Allah yang misterius, walau ada juga yang mengatakan bahwa manusia tidak dapat melihat-Nya karena manusia berada di dalam-Nya.

Kebutuhan manusia untuk menjumpai Allah sedemikian besar, namun yang dapat manusia pikirkan adalah para dewa dan para titan, mahluk yang hebat dan luar biasa tapi masih dalam keterbatasan. Kronos yang hebat itu bisa ditaklukkan oleh kerjasama zeus dan saudara-saudaranya. Artinya mahluk-mahluk ini masih ada dalam keterbatasan, sedangkan manusia mencari yang lebih besar, Allah yang sejati. Hanya Allah sejati saja yang dapat menjawab tuntutan kehidupan manusia.

Bagaimana manusia dapat menjumpai Allah yang sedemikian besar? Jika manusia memikirkannya, maka yang ada merupakan rasa takut yang dalam dan tak terlukiskan. Allah telah menaruh hukum-Nya dalam diri manusia, yaitu segala sesuatu yang didefinisikan sebagai hal 'baik' dan 'benar' oleh umat manusia di segala abad dan tempat. Segala hal yang, diakui oleh manusia sendiri, gagal untuk dipenuhi. Orang jahat mengakui bahwa perbuatannya jahat -- mereka mencoba mencari alasan untuk perbuatan jahat, tapi tidak dapat memutihkan apa yang hitam bernoda. Ketika manusia menjumpai Allah yang menaruh standar kebenaran, tidakkah manusia akan dihakimi menurut perbuatannya sendiri? Siapakah yang dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah yang menghakimi dengan adil?

Maka, pencarian Allah yang secara fundamental menjadi kerinduan manusia, akan menjadi kehancuran dan kebinasaan bagi manusia itu sendiri. Allah yang dicari dan diharapkan, menjadi hakim yang memberi hukuman mati -- hukuman yang pantas dan adil bagi manusia yang telah berbuat jahat.

Karena itu, manusia membutuhkan keselamatan, sama seperti manusia membutuhkan Allah. Manusia membutuhkan jalan keselamatan, yang tantangannya harus melampaui kematian.

Itulah berita Injil, seperti yang disampaikan Paulus kepada masyarakat Athena di sidang Areopagus. Orang harus bertobat, selagi masih ada kesempatan. Jika seluruh manusia di muka bumi ini telah mendapat kesempatan mengetahui Injil, maka akan tiba hari penghakiman itu.

Kita sekarang hidup di mana informasi tersebar dengan luas dan mendalam. Berita Injil tersebar dengan kecepatan yang tidak pernah ada dalam sejarah sebelumnya. Semua ini mempercepat hari penghakiman, dan kesempatan bertobat menjadi terbatas.

Carilah Allah dan kebenaran-Nya segera! Tuhan Yesus telah datang dan membuka jalan keselamatan, bergegaslah menerima-Nya!

Terpujilah TUHAN!
Published with Blogger-droid v1.6.8

13 Juni 2011

Turunnya Roh Kudus

Berkumpullah murid murid Yesus di suatu tempat dengan pintu pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang Yahudi. (Yoh 20:19-23)

Tanpa Roh Kudus, ada ketakutan. Coba pikirkan: mereka ini, murid-murid Tuhan Yesus, adalah orang Yahudi. Mereka tidak melakukan sesuatu yang salah yang layak membuat mereka dihukum. Satu-satunya yang bisa dianggap "salah" adalah, karena mereka mengikuti ajaran Tuhan Yesus.

Kalau diperhatikan, Tuhan Yesus juga tidak pernah melanggar esensi dari Hukum Taurat. Orang Farisi dan ahli Taurat berkali-kali berupaya untuk menjatuhkan, mencobai Yesus, dan mereka tidak berhasil sampai akhirnya mereka menunjuk pada satu pernyataan Yesus: Aku dan Bapa adalah satu. Itulah "kesalahan" yang tidak pernah disangkal Yesus. Mereka yang menyalibkan-Nya berpegang pada ketidakpercayaan, mengubah orang baik menjadi monster menakutkan. Itulah yang membuat takut para murid!

Namun, bukankah para murid juga sudah mengetahui kebangkitan Tuhan Yesus? Bukankah mereka sudah melihat-Nya terangkat naik ke Surga? Apakah semua itu tidak cukup untuk membuat para murid percaya dan bersemangat serta menjadi termotivasi dan berani? Ternyata, tidak!

Keberadaan para murid, keberadaan kita juga, ditentukan oleh turunnya Roh Kudus dan pengakuan kita atas kuasa-Nya. Roh Tuhan saja yang membuat para murid menjadi berani. Roh Tuhan juga yang membuat kita bergerak, memberitakan Injil, dan membuat perbedaan.

Hari ini, akuilah Kuasa dari Roh Kudus. Kita tidak dapat memberitakan Injil atau melayani tempat jauh, atau menjadi cukup berani untuk perubahan, jika kita tidak disertai Roh Kudus. Bukan program, atau kesadaran kita, atau kekayaan dan pengetahuan atau pengaruh, yang membuat kita berhasil. Gereja yang sukses bukan gereja yang paling ramah atau bagus pelayanannya, bukan gereja yang paling bagus nyanyian dan alat musik dan gedungnya. Gereja yang sukses adalah gereja yg merindukan Tuhan, merindukan melihat karya-Nya, dan berharap agar Roh Kudus bekerja dalam diri setiap umat.

Terpujilah TUHAN!
Salam kasih,
Donny
Published with Blogger-droid v1.6.8